Dampak Berbahaya Menonton Tv - Hallo teman http://amandaflom.blogspot.com , Pada Maknakel yg anda baca kali ini dengan judul Dampak Berbahaya Menonton Tv , saya telah mempersiapkan Maknakel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Maknakel lainnya , yg saya tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : Dampak Berbahaya Menonton Tv
link : Dampak Berbahaya Menonton Tv
Anda kini membaca Maknakel Dampak Berbahaya Menonton Tv dengan alamat link
Judul : Dampak Berbahaya Menonton Tv
link : Dampak Berbahaya Menonton Tv
Dampak Berbahaya Menonton Tv
Hampir sebagian besar waktu kita dirumah dihabiskan dengan menonton baik dengan pasangan maupun dengan belum sampaumur kita , ternyata banyak loh dampak negatif TV terhadap belum sampaumur kita , baca deh Maknakel berikut :
Mari kita kendalikan teknologi semoga teknologi tidak mengendalikan kita
Pengaruh Media terhadap anak makin besar , teknologi semakin canggih & intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yg cukup untuk memerhatikan , mendampingi & mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melaksanakan hal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yg mereka pelajari selama itu? Mereka bakal mencar ilmu bahwa kekerasan itu merampungkan masalah. Mereka juga mencar ilmu untuk duduk di rumah dan menonton , bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yg penting , mirip gimana trik berinteraksi dengan sobat sebaya , mencar ilmu trik berkompromi dan membuatkan di dunia yg penuh dengan orang lain.
• Data th 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia yaitu sekitar 30-35 jam/minggu atau 1560-1820 jam/ tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam mencar ilmu di sekolah dasar yg tidak hingga 1000 jam/tahun.
• Tidak semua jadwal TV aman untuk anak. Bahkan , “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 jadwal untuk anak yg aman hanya sekira 15% saja. Oleh alasannya yakni itu Musti betul-betul diseleksi.
• Saat ini jumlah jadwal TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam! Makara , selain sudah sangat berlebihan , jadwal untuk anak juga banyak yg tidak aman.
• Atrik TV bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: Aman , Hati-hati , dan Tidak Aman untuk anak.
• Atrik TV bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: Aman , Hati-hati , dan Tidak Aman untuk anak.
• Atrik yg ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan , seks , dan mistis. Atrik ini aman alasannya yakni kekuatan ceritanya yg sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi.
• Atrik yg ‘Hati-hati’: isi jadwal mengandung kekerasan , seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema dongeng dan jalan dongeng mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga Musti didampingi Saat menonton.
• Atrik yg “Tidak Aman”: isi jadwal banyak mengandung adegan kekerasan , seks , dan mistis yg berlebihan dan terbuka. Daya tarik yg utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya belum sampaumur tidak menonton jadwal ini.
Mengapa Kita Musti Mengurangi Menonton TV?
• Berpengaruh terhadap perkembangan otak
Pada perkembangan otak anak usia 0-3 tahun sanggup menjadikan gangguan perkembangan bitrik , menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga , menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui goresan pena , meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun , serta tidak bisa membedakan antara realitas dan khayalan.
Pada perkembangan otak anak usia 0-3 tahun sanggup menjadikan gangguan perkembangan bitrik , menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga , menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui goresan pena , meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun , serta tidak bisa membedakan antara realitas dan khayalan.
• Mendorong anak menjadi konsumtif
Anak-anak merupakan sasaran pengiklan yg utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
Anak-anak merupakan sasaran pengiklan yg utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
• Berpengaruh terhadap Sikap
Anak yg banyak menonton TV namun belum mempunyai daya kritis yg tinggi , besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yg ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yg sama dengan orang di layar televisi. Hal ini bakal mempengaruhi sikap mereka dan sanggup terbawa hingga mereka dewasa.
Anak yg banyak menonton TV namun belum mempunyai daya kritis yg tinggi , besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yg ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yg sama dengan orang di layar televisi. Hal ini bakal mempengaruhi sikap mereka dan sanggup terbawa hingga mereka dewasa.
• Mengurangi semangat belajar
Bahasa televisi simpel , memikat , dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
Bahasa televisi simpel , memikat , dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
• Membentuk referensi pikir sederhana
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menjadikan anak bakal mempunyai referensi pikir sederhana , kurang kritis , linier atau searah dan pada risikonya bakal mempengaruhi imajinasi , intelektualitas , kreativitas dan perkembangan kognitifnya.
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menjadikan anak bakal mempunyai referensi pikir sederhana , kurang kritis , linier atau searah dan pada risikonya bakal mempengaruhi imajinasi , intelektualitas , kreativitas dan perkembangan kognitifnya.
• Mengurangi konsentrasi
Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit , persis mirip jadwal dari iklan ke iklan , bakal sanggup membatasi daya konsentrasi anak.
Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit , persis mirip jadwal dari iklan ke iklan , bakal sanggup membatasi daya konsentrasi anak.
• Mengurangi kreativitas
Dengan adanya TV , belum sampaumur jadi kurang bermain , mereka menjadi manusia-manusia yg individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan , mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan , mirip selesai pekan atau libur sekolah , biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-bakal tidak punya pilihan lain alasannya yakni tidak dibiasakan untuk mencari program lain yg menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.
Dengan adanya TV , belum sampaumur jadi kurang bermain , mereka menjadi manusia-manusia yg individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan , mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan , mirip selesai pekan atau libur sekolah , biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-bakal tidak punya pilihan lain alasannya yakni tidak dibiasakan untuk mencari program lain yg menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.
• Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup alasannya yakni kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV , padahal TV membentuk referensi hidup yg tidak sehat. Penelitian menerangkan bahwa lebih banyak anak menonton TV , lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan , mengonsumsi masakan yg diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yg tidak membunuh TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka setrik penuh. Selain itu , duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme , sehingga lemak bertumpuk , tidak terbakar dan risikonya menjadikan kegemukan.
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup alasannya yakni kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV , padahal TV membentuk referensi hidup yg tidak sehat. Penelitian menerangkan bahwa lebih banyak anak menonton TV , lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan , mengonsumsi masakan yg diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yg tidak membunuh TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka setrik penuh. Selain itu , duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme , sehingga lemak bertumpuk , tidak terbakar dan risikonya menjadikan kegemukan.
• Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam , yg seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun , kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yg kita tonton di TV. Rata-rata , TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. yg lebih memprihatinkan yaitu terkadang masing-masing anggota keluarga menonton jadwal yg tidak sama di ruangan rumah yg tidak sama.
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam , yg seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun , kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yg kita tonton di TV. Rata-rata , TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. yg lebih memprihatinkan yaitu terkadang masing-masing anggota keluarga menonton jadwal yg tidak sama di ruangan rumah yg tidak sama.
• Matang setrik seksual lebih cepat
Banyak sekali kini tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yg tidak pantas baginya. Dengan gizi yg bagus dan rangsangan TV yg tidak pantas untuk usia anak , anak menjadi balig atau matang setrik seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya , dengan rasa ingin tahu anak yg tinggi , mereka mempunyai kecenderungan menjiplak dan mencoba melaksanakan apa yg mereka lihat. Akibatnya mirip yg sering kita lihat kini ini , anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media , sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial ,moral & etika.
Banyak sekali kini tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yg tidak pantas baginya. Dengan gizi yg bagus dan rangsangan TV yg tidak pantas untuk usia anak , anak menjadi balig atau matang setrik seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya , dengan rasa ingin tahu anak yg tinggi , mereka mempunyai kecenderungan menjiplak dan mencoba melaksanakan apa yg mereka lihat. Akibatnya mirip yg sering kita lihat kini ini , anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media , sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial ,moral & etika.
Jadi , Siapa yg Seharusnya Mengurangi Menonton TV?
Semua dan setiap orang. Karena final jelek yg diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia , tingkat pendidikan , status sosial , keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat sanggup terpengaruh dampak jelek dari TV , orangtua , belum dewasa , si kaya maupun si miskin , si arif dan si udik , mereka dari latar belakang apa saja , tetap terkena dampak yg sama. Seharusnya instansi pemerintah , instansi pendidikan , instansi agama , keluarga dan individu semua tolong-menolong mendukung jadwal ‘Hari Tanpa TV’ ini , untuk membangun bangsa yg lebih baik.
Pertimbangkan Hidup tanpa TV
Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan majemuk dampak jelek , banyak keluarga kini membuat rumah mereka bebas-TV. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka sanggup mengembangkan keterampilan yg mereka butukan untuk sukses di masa yg bakal datang. Jika menurut Anda hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit , maka perlahan batasi dan awasi dengan saksama tontonan anak Anda sepanjang tahun.
Mau melihat generasi anak yg lebih sehat? Keluarga yg lebih dekat? Masyarakat yg lebih madani? Matikan TV. Hal yg mungkin kecil tapi bakal berdampak besaaar!
Bantu saya untuk menyebarkan ancaman TV kepada masyarakat , dengan meningkatkan kewaspadaan publik , membantu orang untuk menikmati hidup tanpa TV , membantu mereka melaksanakan program yg bebas-TV , dan menunjukkan Tipsnya-Tipsnya sederhana perihal trik melakukannya , kita bakal membantu jutaan anak untuk membunuh TV dan menyadari bahwa hidup tanpa TV itu lebih menyenangkan dan menenangkan.Dengan membunuh TV , kita jadi punya waktu untuk keluarga , teman , dan untuk kita sendiri.
Mau melihat generasi anak yg lebih sehat? Keluarga yg lebih dekat? Masyarakat yg lebih madani? Matikan TV. Hal yg mungkin kecil tapi bakal berdampak besaaar!
Bantu saya untuk menyebarkan ancaman TV kepada masyarakat , dengan meningkatkan kewaspadaan publik , membantu orang untuk menikmati hidup tanpa TV , membantu mereka melaksanakan program yg bebas-TV , dan menunjukkan Tipsnya-Tipsnya sederhana perihal trik melakukannya , kita bakal membantu jutaan anak untuk membunuh TV dan menyadari bahwa hidup tanpa TV itu lebih menyenangkan dan menenangkan.Dengan membunuh TV , kita jadi punya waktu untuk keluarga , teman , dan untuk kita sendiri.
Apa Manfaat HARI TANPA TV?
Dengan TV dalam keadaan mati , kita jadi mempunyai kesempatan untuk berpikir , membaca , berkreasi dan melaksanakan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yg lebih menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar , berjalan-jalan atau melaksanakan olahraga yg kita senangi.
Bagaimana Caranyanya?
• Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat
Biasakan anak Anda membaca buku. Bila sempat , sisakan waktu setiap hari , jikalau tidak , beberapa kali setiap minggu untuk membacakan dongeng kepada anak Anda atau agarkan sekali-kali anak Anda yg membacakan dongeng untuk Anda. Jangan lupa untuk mengulas kembali apa yg telah dibaca. Tanyakan kepada mereka perihal ceritanya , bantu mereka menemukan kosakata baru dan ajak anak untuk membaca majemuk macam bacaan. Buatlah membaca itu mudah dan menyenangkan bagi anak Anda dengan trik membuat buku berada di sekitar mereka. Ajak mereka ke perpustakaan. Sediakan sebanyak mungkin buku yg pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun , liburan atau lebaran.
Biasakan anak Anda membaca buku. Bila sempat , sisakan waktu setiap hari , jikalau tidak , beberapa kali setiap minggu untuk membacakan dongeng kepada anak Anda atau agarkan sekali-kali anak Anda yg membacakan dongeng untuk Anda. Jangan lupa untuk mengulas kembali apa yg telah dibaca. Tanyakan kepada mereka perihal ceritanya , bantu mereka menemukan kosakata baru dan ajak anak untuk membaca majemuk macam bacaan. Buatlah membaca itu mudah dan menyenangkan bagi anak Anda dengan trik membuat buku berada di sekitar mereka. Ajak mereka ke perpustakaan. Sediakan sebanyak mungkin buku yg pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun , liburan atau lebaran.
• Bercocok tanam
TV menjauhkan kita dari alam. Padahal banyak hal yg bisa diajarkan oleh alam , dan yg tidak bisa didapatkan dari menonton TV. Dengan mengajak anak bercocok tanam , Anda bisa mengajarkan kepada anak Anda banyak hal. Mulai membuat taman bunga sendiri , atau bahkan 1 pot saja. Dengan ini anak bisa mencar ilmu makna tumbuh dan bertanggung jawab. Makara setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari , ia bakal ingat bahwa flora , mirip kita semua itu mulai dari benih , tumbuh , berkembang dan kelak layu dan mati. Dan selalu perlu air dan matahari!
TV menjauhkan kita dari alam. Padahal banyak hal yg bisa diajarkan oleh alam , dan yg tidak bisa didapatkan dari menonton TV. Dengan mengajak anak bercocok tanam , Anda bisa mengajarkan kepada anak Anda banyak hal. Mulai membuat taman bunga sendiri , atau bahkan 1 pot saja. Dengan ini anak bisa mencar ilmu makna tumbuh dan bertanggung jawab. Makara setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari , ia bakal ingat bahwa flora , mirip kita semua itu mulai dari benih , tumbuh , berkembang dan kelak layu dan mati. Dan selalu perlu air dan matahari!
• Bermain
Hidup anak pada dasarnya yaitu bermain. Dengan bermain , anak mencar ilmu banyak hal.
Hidup anak pada dasarnya yaitu bermain. Dengan bermain , anak mencar ilmu banyak hal.
• Melihat awan
Tak Wajar? Mungkin. Karena kita tidak dibiasakan menikmati langit. Atau kita biasa hanya terpaku dengan indahnya bintang-bintang di malam hari. Padahal awan itu hampir selalu ada , selalu bergerak dan kadang-kadang membentuk hal-hal yg unik , mirip kuda nil , atau pesawat terbang. Kita bisa mengajak anak untuk menggambarkan bentuk apa yg ia lihat di awan. Kadang mereka bisa melihat 1 awan tapi dengan 2 bentuk yg tidak sama. Kita juga bisa mengajaknya membuat puisi perihal awan. Atau agarkan mereka mengarang dongeng perihal apa kira-kira rasanya bila kita bisa hidup di awan. Hal ini bisa memicu daya imajinasi dan kreativitas.
Tak Wajar? Mungkin. Karena kita tidak dibiasakan menikmati langit. Atau kita biasa hanya terpaku dengan indahnya bintang-bintang di malam hari. Padahal awan itu hampir selalu ada , selalu bergerak dan kadang-kadang membentuk hal-hal yg unik , mirip kuda nil , atau pesawat terbang. Kita bisa mengajak anak untuk menggambarkan bentuk apa yg ia lihat di awan. Kadang mereka bisa melihat 1 awan tapi dengan 2 bentuk yg tidak sama. Kita juga bisa mengajaknya membuat puisi perihal awan. Atau agarkan mereka mengarang dongeng perihal apa kira-kira rasanya bila kita bisa hidup di awan. Hal ini bisa memicu daya imajinasi dan kreativitas.
• Menulis surat
Kebiasaan mempunyai teman pena sudah begitu jauh dari kehidupan belum sampaumur kita. Dengan teknologi yg kini sudah begitu canggih , anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop , perangko dan jasa besar pak pos) , menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila mendapatkan balasan. Ajak anak menulis surat ke nenek kakek atau saudara yg tinggal jauh. Dan tunggu balasannya! Jika anak mulai mengenal teknologi internet , bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.
Kebiasaan mempunyai teman pena sudah begitu jauh dari kehidupan belum sampaumur kita. Dengan teknologi yg kini sudah begitu canggih , anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop , perangko dan jasa besar pak pos) , menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila mendapatkan balasan. Ajak anak menulis surat ke nenek kakek atau saudara yg tinggal jauh. Dan tunggu balasannya! Jika anak mulai mengenal teknologi internet , bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.
• Jalan-jalan
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah sobat atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Kita juga bisa berjalan-jalan ke taman kota dan membuat piknik atau sekadar bermain di sana. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh alasannya yakni bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dan yg lebih menguntungkan , jalan-jalan juga bisa mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Karena dengan berjalan , otak melepaskan zat yg bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan. Jalan-jalan juga bagus untuk lingkungan. Jika kita lebih sering berjalan dari pada menggunakan transportasi bermesin , kita bisa menghemat 7 milyar gallon bensin dan 9.5 juta ton asap pembuangan kendaraan bermotor pertahunnya. Bayangkan!
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah sobat atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Kita juga bisa berjalan-jalan ke taman kota dan membuat piknik atau sekadar bermain di sana. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh alasannya yakni bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dan yg lebih menguntungkan , jalan-jalan juga bisa mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Karena dengan berjalan , otak melepaskan zat yg bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan. Jalan-jalan juga bagus untuk lingkungan. Jika kita lebih sering berjalan dari pada menggunakan transportasi bermesin , kita bisa menghemat 7 milyar gallon bensin dan 9.5 juta ton asap pembuangan kendaraan bermotor pertahunnya. Bayangkan!
• Berenang
Semua anak suka bermain air. Makara ajak anak Anda berenang. Selain sangat menyenangkan , berenang itu juga Keliru satu trik berolahraga. Jika bosan untuk berenang di kolam sekitar Anda , ajak anak untuk pergi ke pantai. Selain bermain dengan ombak , anak juga bisa diajak membuat istana yg indah dari pasir dan mengoleksi kerang-kerang yg cantik.
Semua anak suka bermain air. Makara ajak anak Anda berenang. Selain sangat menyenangkan , berenang itu juga Keliru satu trik berolahraga. Jika bosan untuk berenang di kolam sekitar Anda , ajak anak untuk pergi ke pantai. Selain bermain dengan ombak , anak juga bisa diajak membuat istana yg indah dari pasir dan mengoleksi kerang-kerang yg cantik.
• Bersepeda
Jika dilakukan sendiri , mungkin bisa membosankan. Tapi coba lah bersepeda pagi-pagi bersama seluruh keluarga. Selain murah dan menyehatkan , kita bisa mengajak anak untuk menghias sepedanya menjadi sepeda yg indah.
Jika dilakukan sendiri , mungkin bisa membosankan. Tapi coba lah bersepeda pagi-pagi bersama seluruh keluarga. Selain murah dan menyehatkan , kita bisa mengajak anak untuk menghias sepedanya menjadi sepeda yg indah.
• Mendengarkan radio atau membaca koran
Anak kini sudah langka sekali mendengarkan radio , apalagi membaca koran. Padahal mungin mereka bisa mendapatkan informasi yg tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan gosip di TV. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya perihal dunia
Anak kini sudah langka sekali mendengarkan radio , apalagi membaca koran. Padahal mungin mereka bisa mendapatkan informasi yg tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan gosip di TV. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya perihal dunia
• Memasak bersama ibu
Masak-memasak bukan hanya kerjaan ’perempuan’ , bila sesuai , anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu hari keahlian itu pasti berguna juga baginya. Ajak anak Anda memasak makanan-makanan ringan yg unik dan mengasyikkan. Misalnya membuat puding semangka kuning atau es krim rasa pisang!
Masak-memasak bukan hanya kerjaan ’perempuan’ , bila sesuai , anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu hari keahlian itu pasti berguna juga baginya. Ajak anak Anda memasak makanan-makanan ringan yg unik dan mengasyikkan. Misalnya membuat puding semangka kuning atau es krim rasa pisang!
• Bikin lomba antar RT
Ini selalu berhasil bila 17 Agustusan tiba. Sekarang kita tidak perli menunggu moment itu. Rancang rencana perRT/RW untuk membuat jadwal massal belum sampaumur yg murah meriah setiap minggunya , jadi anak tidak terpukau di depan TV.
Ini selalu berhasil bila 17 Agustusan tiba. Sekarang kita tidak perli menunggu moment itu. Rancang rencana perRT/RW untuk membuat jadwal massal belum sampaumur yg murah meriah setiap minggunya , jadi anak tidak terpukau di depan TV.
• Berolahraga
Kadang kata olahraga terdengar berat , tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan , bersepeda dan berenang , masih banyak lagi olahraga yg bisa dilakukan bersama keluarga. Jika mau yg sederhana , main badminton. Jika mau yg lebih menantang , pergi water rafting!
Kadang kata olahraga terdengar berat , tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan , bersepeda dan berenang , masih banyak lagi olahraga yg bisa dilakukan bersama keluarga. Jika mau yg sederhana , main badminton. Jika mau yg lebih menantang , pergi water rafting!
• Bakti sosial
Kita sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orang-orang di lingkungan sekitar yg tidak seberuntung mereka. Ajak anak Anda untuk tolong-menolong membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yg tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumahmu.
Kita sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orang-orang di lingkungan sekitar yg tidak seberuntung mereka. Ajak anak Anda untuk tolong-menolong membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yg tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumahmu.
• Rapikan rumah dan halaman
Biasanya yg ini yaitu kiprah pembantu rumah tangga. Kali ini , ajak anak Anda untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri. Karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Ingatkan anak bahwa pembantu disebut demikian alasannya yakni tugasnya memang ’membantu’ hal-hal yg kita tidak bisa kerjakan. Bukan sebaliknya. Dengan demikian anak bakal mencar ilmu untuk bertanggung jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula , tinggal di lingkungan yg rapi dan bersih itu sehat dan menyenangkan.
Biasanya yg ini yaitu kiprah pembantu rumah tangga. Kali ini , ajak anak Anda untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri. Karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Ingatkan anak bahwa pembantu disebut demikian alasannya yakni tugasnya memang ’membantu’ hal-hal yg kita tidak bisa kerjakan. Bukan sebaliknya. Dengan demikian anak bakal mencar ilmu untuk bertanggung jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula , tinggal di lingkungan yg rapi dan bersih itu sehat dan menyenangkan.
• Ambil les
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri. Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yg menarik dan sesuai dengan bakat anak anda. Mulai dari les musik dengan piano , gitar , biola atau drumnya , atau les menari mulai dari tarian tempat , tarian modern dan ballet , atau les-les lainnya. Tapi ingat , jangan hingga les-les ini menambah beban mencar ilmu yg sudah menumpuk di sekolah. Pastikan anak mendapatkan waktu yg cukup untuk istirahat juga.
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri. Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yg menarik dan sesuai dengan bakat anak anda. Mulai dari les musik dengan piano , gitar , biola atau drumnya , atau les menari mulai dari tarian tempat , tarian modern dan ballet , atau les-les lainnya. Tapi ingat , jangan hingga les-les ini menambah beban mencar ilmu yg sudah menumpuk di sekolah. Pastikan anak mendapatkan waktu yg cukup untuk istirahat juga.
• Bercengkrama dengan keluarga
Nah ini yg mahal. Karena penelitian memberikan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melaksanakan percakapan yg berMakna dengan anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan agarkan televisi mencuri lagi waktu kita untuk keluarga yg memang sudah tinggal sedikit sekali alasannya yakni terpotong program sehari-hari.
Nah ini yg mahal. Karena penelitian memberikan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melaksanakan percakapan yg berMakna dengan anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan agarkan televisi mencuri lagi waktu kita untuk keluarga yg memang sudah tinggal sedikit sekali alasannya yakni terpotong program sehari-hari.
• Belajar
Sebetulnya apapun yg kita lakukan merupakan pembelajaran. Makara mencar ilmu itu bukan hanya lewat buku. Belajar hal-hal baru yg belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari kayu. Belajar mengantri , mencar ilmu main basket atau mencar ilmu untuk sehari saja tidak nonton TV dulu..!
Sebetulnya apapun yg kita lakukan merupakan pembelajaran. Makara mencar ilmu itu bukan hanya lewat buku. Belajar hal-hal baru yg belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari kayu. Belajar mengantri , mencar ilmu main basket atau mencar ilmu untuk sehari saja tidak nonton TV dulu..!
• Mengerjakan keterampilan tangan
Banyak buku kini yg mengajarkan membuat keterampilan tangan , sehingga kita bisa melakukannya setrik otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam , mulai dari meyulam , origami hingga membuat bunga dari sabun mandi.
Banyak buku kini yg mengajarkan membuat keterampilan tangan , sehingga kita bisa melakukannya setrik otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam , mulai dari meyulam , origami hingga membuat bunga dari sabun mandi.
• Ke kebun binatang atau musium
Mengunjungi kebun binatang selalu menyenangkan. Karena kita bisa melihat majemuk binatang yg tidak biasa kita lihat sehari-hari. Anak-anak biasanya menyukainya. Bila berani , ada waktu , dan transportasi , kita juga bisa mengunjungi taman safari dan bersentuhan dengan binatang-binatang itu setrik langsung. Selain itu , musium juga menarik untuk dikunjungi. Dari musium kita bisa banyak mencar ilmu perihal sejarah dan melihat langsung Maknafak-Maknafak menarik tentangnya.
Tidak punya waktu? Matikan saja TV-nya dulu. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya , tapi ternyata toh ada ribuan hal lain yg menarik untuk dilakukan , bukan?
Mengunjungi kebun binatang selalu menyenangkan. Karena kita bisa melihat majemuk binatang yg tidak biasa kita lihat sehari-hari. Anak-anak biasanya menyukainya. Bila berani , ada waktu , dan transportasi , kita juga bisa mengunjungi taman safari dan bersentuhan dengan binatang-binatang itu setrik langsung. Selain itu , musium juga menarik untuk dikunjungi. Dari musium kita bisa banyak mencar ilmu perihal sejarah dan melihat langsung Maknafak-Maknafak menarik tentangnya.
Tidak punya waktu? Matikan saja TV-nya dulu. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya , tapi ternyata toh ada ribuan hal lain yg menarik untuk dilakukan , bukan?
Tipsnya trik membunuh TV
• Pindahkan TV ke tempat yg tidak begitu ‘mencolok’
• Matikan TV pada waktu makan.
• Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yg bakal dilalui tanpa TV.
• Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.
• Berhenti berlangganan channel komplemen (cable , dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal yg berguna lainnya , mirip buku.
• Pindahkan TV dari kamar anak Anda.
• Sembunyikan remote controlnya.
• Tidak ada TV di hari sekolah.
Jangan terlalu khawatir bila anak mengaku bosan , alasannya yakni kebosanan itu lama-lama bakal menghilang dan biasanya justru membuat kreativitas. Karena anak banyak dipengaruhi dengan yg dilakukan orangtua mereka , yaitu sangat penting untuk memperhatikan bahwa usaha apa saja , mirip lebih banyak berolahraga , mengonsumsi masakan yg lebih bergizi atau menonton TV lebih sedikit , dilakukan sebagai ‘atrik keluarga’ sehingga membunuh TV yaitu usaha yg dilakukan oleh setiap anggota keluarga untuk menyisihkan waktu bercengkrama bersama.
• Pindahkan TV ke tempat yg tidak begitu ‘mencolok’
• Matikan TV pada waktu makan.
• Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yg bakal dilalui tanpa TV.
• Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.
• Berhenti berlangganan channel komplemen (cable , dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal yg berguna lainnya , mirip buku.
• Pindahkan TV dari kamar anak Anda.
• Sembunyikan remote controlnya.
• Tidak ada TV di hari sekolah.
Jangan terlalu khawatir bila anak mengaku bosan , alasannya yakni kebosanan itu lama-lama bakal menghilang dan biasanya justru membuat kreativitas. Karena anak banyak dipengaruhi dengan yg dilakukan orangtua mereka , yaitu sangat penting untuk memperhatikan bahwa usaha apa saja , mirip lebih banyak berolahraga , mengonsumsi masakan yg lebih bergizi atau menonton TV lebih sedikit , dilakukan sebagai ‘atrik keluarga’ sehingga membunuh TV yaitu usaha yg dilakukan oleh setiap anggota keluarga untuk menyisihkan waktu bercengkrama bersama.
Demikianlah Maknakel Dampak Berbahaya Menonton Tv
Sekianlah Maknakel Dampak Berbahaya Menonton Tv kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan Maknakel lainnya.
Anda kini membaca Maknakel Dampak Berbahaya Menonton Tv dengan alamat link
0 Response to "Dampak Berbahaya Menonton Tv - Http://Amandaflom.Blogspot.Com"